Tolak Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Perumahan, Warga Qoriah Thoyyibah Pasang Portal & Spanduk Penolakan

Tolak Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Perumahan, Warga Qoriah Thoyyibah Pasang Portal & Spanduk Penolakan

BENGKULU,- Warga Perumahan Qoriah Thoyyibah yang ada di RT 35, RW 04, Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, Sabtu malam (25/04/2026), melakukan aksi pemasangan portal dan spanduk penolakan terhadap adanya aktivitas pembangunan perumahan di kawasan lahan pertanian yang ada di ujang perumahan warga.

 

Penolakan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan dilakukan puluhan Kepala Keluarga yang ada di perumahan Qoriah Thoyyibah Tahap 2 dan Perumahan Pabite tahap 2 lantaran akan berdampak pada adanya ancaman banjir efek dari penimbunan lahan seluas hampir mencapai 2 hektar tersebut.

 

Selain itu, aktivitas penimbunan yang akan dilakukan pihak developer perumahan tersebut dikhawatirkan warga juga akan berdampak pada rusaknya jalan perumahan Qoryah thoyyibah dan sekitarnya.

 

Fery, salah satu warga setempat, mengatakan aktifitas pembangunan perumahan di kawasan lahan hijau yang merupakan kawasan pertanian tersebut akan berdampak negatif terhadap warga sekitar.

 

“Kami warga perumahan Qoriah Thoyyibah dengan ini secara tegas menolak adanya aktivitas pembangunan perumahan di kawasan lahan pertanian atau lahan persawahan itu terutama upaya penimbunan,”terang Fery.

 

Fery juga menjelaskan bahwa lahan persawahan yang akan dijadikan kawasan perumahan itu menjadi kawasan tempat penampungan air ketika hujan dengan intensitas lebat terjadi.

 

“Kalo hujan lahan persawahan itulah menjadi tempat penampungan air, kalo itu di timbun maka dua perumahan ini akan terdampak banjir,”unjarnya.

 

Hal serupa juga di sampaikan Saleh, menurutnya aktivitas penimbunan juga dikhawatirkan warga akan menimbulkan kerusakan terhadap rumah warga perumahan Qoryah Thoyyibah akibat getaran lalulintas kendaraan bertonase besar.

 

Tak cuma itu, aktivitas penimbunan juga akan menimbulkan efek debu yang berdampak pada kesehatan warga perumahan Qoryah Thoyyibah terkhususnya anak-anak.

 

Bahkan menurut Saleh, ancaman resiko kecelakaan terhadap anak-anak perumahan Qoryah Thoyyibah juga menghantui jika aktivitas tersebut tetap diizinkan.

 

Warga perumahan Qoryah Thoyyibah berharap dan mendesak Pemerintah Kota Bengkulu untuk segera bertindak tegas dengan tidak mengeluarkan izin pembangunan perumahan tersebut.

 

“Kami meminta dan berharap Pemkot Bengkulu untuk segera bertindak tegas dan tidak mengeluarkan izin atas proyek perumahan tersebut,”tutupnya.

One thought on “Tolak Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Perumahan, Warga Qoriah Thoyyibah Pasang Portal & Spanduk Penolakan

  1. Astaga bnyak imbas dampak ny tu.. Rusak jln. Rumah warga. Anak2 dan warga. Yg terakhir banjir.. Paling dak enak kebanjiran. Sgalo aktifitas terhambat kalu la banjir.. Pemerintah harus ambil tindakan jngn tebang pilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *