Viral Pasien Diduga Ditolak 7 Rumah Sakit, RSHD Bengkulu Bantah Tolak Pasien: Sudah Diperiksa, Ruang Perawatan Sedang Penuh
BENGKULU– Setelah sempat viral di media sosial Facebook terkait dugaan penolakan pasien di tujuh rumah sakit di Kota Bengkulu, pihak Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu akhirnya memberikan klarifikasi.
Direktur RSHD Kota Bengkulu, dr. Lista Cerlyviera, M.M., membantah adanya penolakan terhadap pasien sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, pasien tetap mendapatkan pemeriksaan oleh tenaga medis. Namun, saat itu ruang rawat inap di RSHD memang sedang dalam kondisi penuh sehingga pasien tidak dapat langsung dirawat.
“Tidak ada penolakan, sudah diperiksa. Marah karena ruang untuk merawat saat itu sudah full,” kata dr. Lista saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 12 dan 20 detik yang diunggah akun Facebook Gegebay Jarit Liha menjadi viral dan memicu perhatian publik.
Video tersebut memperlihatkan seorang pasien pria yang tampak lemas duduk di kursi roda saat dibawa keluarganya mencari pertolongan medis ke sejumlah rumah sakit di Kota Bengkulu.
Dalam unggahan tersebut, keluarga pasien mengaku telah mendatangi tujuh rumah sakit, namun tidak mendapatkan pelayanan rawat inap karena seluruh rumah sakit yang didatangi disebut sedang penuh.
Rumah sakit yang disebut dalam unggahan tersebut yakni RSUD M. Yunus, Rumah Sakit Umi, Rumah Sakit Rafflesia, Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD), Rumah Sakit Tiara Sella, Rumah Sakit Gading Medika, serta Rumah Sakit DKT.
Keluarga pasien juga menjelaskan bahwa mereka membawa anggota keluarganya ke Kota Bengkulu sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi badan lemas, demam, dan muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuh. Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, mereka mengaku terus berkeliling mencari rumah sakit yang dapat menerima pasien.
“Pergi dari rumah bawa adik kami ke Kota Bengkulu untuk berobat jam 2 siang dengan keadaan badan lemas, panas dan badan semua bintik-bintik merah. Sampai jam 7 malam kami cari rumah sakit semua penuh. Kami putuskan pulang dari Kota Bengkulu. Tujuh rumah sakit itu tidak ada solusi, kalau ditanya semuanya sudah penuh,” tulis keluarga pasien dalam unggahan yang viral tersebut.
Unggahan itu pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang menyayangkan kondisi pelayanan kesehatan ketika kapasitas rumah sakit penuh, sementara sebagian lainnya berharap pemerintah dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat memperkuat sistem rujukan dan koordinasi agar pasien tetap memperoleh penanganan yang cepat.
Hingga kini, klarifikasi yang disampaikan RSHD menegaskan bahwa pasien tidak ditolak, melainkan telah diperiksa oleh tenaga medis. Kendala yang dihadapi saat itu adalah keterbatasan kapasitas ruang rawat inap yang sedang penuh.
