Tak Ada Kapoknya, Pelaku Balap Liar di Bengkulu Pilih Kucing-Kucingan Dengan Polisi Saat Dibubarkan
BENGKULU,- Meski telah berulangkali dilakukan penindakan dan penertiban terhadap pelaku balap liar yang ada di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Namun hal tersebut tidak membuat para pelaku balap liar ini kapok dan berhenti melakukan aksi balap liar yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.
Hal itu terbukti masih ditemukan sejumlah aksi balap liar di beberapa titik wilayah yang ada di Kota Bengkulu seperti di kawasan wisata pantai panjang hingga pasir putih, jalan Pembangunan Padang Harapan, Jalur Tugu Hiu-Pasar Pedati dan Kawasan Sawah Lebar, Kota Bengkulu.
Dari pantauan, diketahui aksi balap liar yang digelar sejumlah remaja yang masih dalam kategori pelajar dan masih dibawa umur ini selalu dilakukan disaat libur sekolah atau saat akhir pekan dan dilaksanakan setiap pukul 00:00 wib dini hari hingga subuh hari.

Terbaru pada Sabtu (30/05/2026) dini hari sejumlah remaja terpantau melakukan aktivitas balap liar di kawasan Jalan Cendana, Sawah Lebar, dan Kawasan Wisata Pantai Pasir Putih.
Dalam aksi balap liar yang disiarkan langsung melalui akun media sosial tiktok tersebut, terlihat para pelaku balap liar memacu kendaraannya tampa memikirkan keselamatan diri dan tidak melengkapi perlengkapan keselamatan seperti helem.
Warga yang merasa resah dengan aksi balap liar itupun kemudian melaporkan aksi balap liar ke Call Center 110 Polresta Bengkulu untuk dapat segera dilakukan penindakan lebih lanjut.
Petugas gabungan dari Satlantas Polresta Bengkulu dan Sat Samapta Polresta Bengkulu yang menerima laporan langsung terjun ke lokasi balap liar dan melakukan pembubaran terhadap para pelaku balap liar.
Aksi kucing-kucingan antara polisi dengan para pelaku balap liar pun terlihat dalam siaran live tiktok yang dilakukan oleh salah satu pelaku balap liar.
Bahkan pelaku balap liar inipun terlihat menantang petugas dengan memutar balik ke lokasi balap liar saat petugas kepolisian mau meninggalkan lokasi dan pelaku kembali pergi saat akan dikejar polisi.
Meski telah banyak kendaraan para pelaku balap liar yang telah berhasil diamankan dan disita hingga berbulan-bulan lamanya di Mapolresta Bengkulu. Namun hal itu tak membuat efek jera kepada para pelaku balap liar.
Selain itu kendaraan yang digunakan untuk balap liar sendiri diketahui kendaraan yang sudah dimodifikasi seperti menggunakan kenalpot brong dan tampa penerangan lampu kendaraan. Hal ini sangat menganggu kenyamanan masyarakat yang ingin beristirahat akibat suara bising kenalpot brong.
Polisi sendiri juga sudah sering memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan himbauan melalui spanduk dan media sosial untuk orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak saat diluar rumah agar tidak terlibat balap liar.
“Kami dari Satlantas Polresta Bengkulu sudah sering melakukan penindakan kepada pelaku balap liar, tapi lagi-lagi terus berulang. Kami minta peran orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak saat sedang diluar rumah,”ujar Kasat Lantas Polresta Bengkulu, AKP. Aan Setiawan.
