Banjir Hingga Kerusakan Jalan Hantui Perumahan Qoryah Thoyyibah & Villa Pabite, Ana Tasya: Semoga Keputusan Pemkot Berpihak Ke Warga
BENGKULU,- Konflik penolakan aktivitas penimbunan di lahan persawahan yang akan menjadi kawasan perumahan di Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, masih berlanjut.
Pada Minggu siang (10/05/2026) warga perumahan Qoryah Thoyyibah dan Villa Pabite melakukan pertemuan dengan pemilik lahan yang akan dijadikan perumahan.
Pertemuan antara warga perumahan Qoryah Thoyyibah dan Villa Pabite dengan pemilik lahan ini difasilitasi Camat Muara Bangkahulu Bambang Irawan dan dihadiri langsung , Kapolsek Muara Bangkahulu AKP. Taslim, Kanit Intel Polresta Bengkulu IPDA. Yayat, Perwakilan Danramil Muara Bangkahulu, Babinsa, Babinkamtibmas Pematang Gubernur dan Kandang Limun, Ketua RT 35, RT 5, dan Ana Tasya Pase selaku Kuasa Hukum Warga.
Dalam pertemuan yang berlangsung cukup panjang tersebut, Sempat di warnai ketegangan antara Kuasa hukum warga dengan pihak pemilik lahan. Ketegangan itu dipicu oleh sikap pemilik lahan persawahan yang tetap ingin memaksakan diri melaksanakan penimbunan dan pembangunan perumahan.
Padahal menurut, Ana Tasya Pase, permasalahan antara warga dengan pihak pemilik lahan persawahan yang akan di bangunkan perumahan tersebut sudah sampai ketingkat Pemerintah Kota Bengkulu.
“Saya harap kita sama-sama harus bersabar, karena permasalahan ini sudah sampai ketingkat Pemerintah Kota Bengkulu dalam hal ini Asisten 1, kita tunggu sama-sama apa keputusan dari Pemkot Bengkulu terkait masalah ini”terang Ana Tasya.

Ana Tasya menyebutkan, Pemerintah Kota Bengkulu dalam waktu dekat ini akan segera memanggil sejumlah pihak terkait mulai dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PERKIM) Kota Bengkulu, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bengkulu untuk membahas permasalahan lahan yang akan dibangun perumahan.
“Pemkot Bengkulu dalam waktu dekat juga akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas permasalahan ini hingga nanti ada keputusan yang akan diambil oleh Pemkot Bengkulu,”ujar Ana Tasya.
Ana juga menyampaikan akibat dari proses pembangunan perumahan yang berdiri diatas tanah persawahan tersebut juga akan berdampak besar bagi masyarakat sekitar terutama bagi warga perumahan Qoryah Thoyyibah dan Villa Pabite.
Dampak ini menurut Ana mulai dari Banjir, Kerusakan jalan perumahan, debu yang ditimbulkan dari aktivitas penimbunan hingga ancaman kecelakaan akibat banyaknya truk bermuatan tanah yang lalu-lalang melintas di komplek perumahan warga Qoriah Thoyyibah dan Villa Pabite.
“Kalo proses pembangunan ini tetap dilanjutkan, Maka dampak yang ditimbulkan dari penimbunan itu hilangnya serapan air dan akan timbul masalah banjir baru di Kota Bengkulu, sedangkan sekarang saja belum ditimbu saja sudah banjir 2 perumahan ini,”jelasnya.
Ana mengharapkan ada langkah bijak yang akan diambil oleh Pemerintah Kota Bengkulu terdapat permasalahan yang memiliki dampak besar terhadap masyarakat tersebut.
“Masyarakat disini berharap keputusan yang diambil oleh Pemkot Bengkulu nantinya lebih berpihak kepada masyarakat,”sampai Ana Tasya.
