Kebakaran Hanguskan Ruko Sembako di Kaur Satu Korban Terluka Dilarikan Ke RS, Warga Kritik Kinerja Damkar Yang Terkesan Lambat

Kebakaran Hanguskan Ruko Sembako di Kaur Satu Korban Terluka Dilarikan Ke RS, Warga Kritik Kinerja Damkar Yang Terkesan Lambat

KAUR,– Kebakaran hebat melanda sebuah rumah yang sekaligus digunakan sebagai ruko sembako di Desa Gunung Terang, Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Minggu (7/6/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik. Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan beserta seluruh isi ruko yang menjual kebutuhan pokok tersebut.

Warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara mandiri dengan menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Namun, kobaran api terus membesar dan hingga sulit dikendalikan.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka saat proses evakuasi dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Lambatnya respons petugas pemadam kebakaran menjadi sorotan warga. Selain itu, hanya dua unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi kejadian, sehingga upaya pemadaman dinilai kurang maksimal dalam menghadapi besarnya kobaran api.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kaur saat berupaya memadamkan api yang membakar ruko dua tingkat di Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur.
Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kaur saat berupaya memadamkan api yang membakar ruko dua tingkat di Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur.

Hingga Senin (8/6/2026) pukul 02.30 WIB, api terpantau masih berkobar dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas yang berada di lokasi. Kondisi tersebut membuat warga khawatir api akan merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Salah seorang warga, Septi, mengaku sangat menyayangkan kinerja petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kaur yang dinilainya lambat dan kurang sigap dalam menangani kebakaran tersebut.

“Api sudah besar saat petugas datang. Kami sangat menyayangkan karena respons pemadam kebakaran terkesan lambat, sementara yang diturunkan hanya dua unit mobil damkar,” ujar Septi kepada wartawan di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan sisa kobaran api. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait total kerugian maupun penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *