Ambil Sampel Induk & Anak Gajah Sumatera, Bksda Identifikasi Penyebab Kematiannya
BENGKULU,- Pasca ditemukan bangkai 2 ekor gajah Sumatera yang merupakan induk dan anak yang ditemukan tewas membusuk di kawasan konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT) yang berada di Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Hari ini tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung telah di terjunkan ke lokasi penemuan bangkai gajah Sumatera di kawasan hutan produksi (HP) Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu untuk melakukan identifikasi serta pengambilan sampel dan nekropsi.
Adapun untuk tim yang diturunkan dari BKSDA berjumlah delapan orang dengan didampingi anggota kepolisian, TNI, petugas Pos Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Bengkulu, serta Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Resor Mukomuko.
Selian itu BKSDA Bengkulu juga melibatkan dokter hewan untuk melakukan identifikasi serta nekropsi. Langkah ini guna memastikan penyebab kematian dua ekor gajah sumatera yang terdiri atas induk dan anaknya tersebut.
Said Jauhari Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu Lampung membenarkan adanya penemuan bangkai 2 ekor gajah Sumatera dan telah menerjunkan tim gabungan ke lokasi penemuan bangkai gajah Sumatera.
“Benar ada penemuan bangkai Induk dan anak gajah Sumatera, untuk penemuan pertama kali ditemukan warga, kemudian temuan itu dilaporkan warga ke petugas Bksda setempat,”terang Sa’id Jauhari Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu Lampung.

Sa’id juga menjelaskan saat ini tim sedang melakukan identifikasi terkait jenis kelamin serta usia induk dan anaknya. Namun, diperkirakan anak gajah tersebut belum berusia satu tahun.
Selain itu tim juga sudah mengambil sampel dari kedua satwa dilindungi tersebut yakni pada bagian Organ hati, organ limpa, organ paru, serta pada bagian lambung gajah Sumatera.
“Terkait penyebab pasti matinya kedua gajah Sumatera itu masih kita selidiki dengan mengambil sampel dan kami juga masih menunggu setelah dilakukannya nekropsi, termasuk untuk memastikan sudah berapa lama kedua ekor gajah tersebut mati,” ujar Sa’id.
Sebelumnya, warga Kabupaten MukoMuko dihebohkan dengan ditemukannya dua ekor gajah Sumatera yang tewas membusuk di kawasan konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT) yang berada di Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Saat ditemukan, kondisi kedua gajah tersebut telah membusuk dan berada tidak jauh dari pondok warga yang sudah lama ditinggalkan. Meskipun dalam keadaan telah membusuk, bagian tubuh penting seperti gading, gigi, dan tulang masih utuh.
