Kesal Suami Sering ke Warem, Emak-Emak Bentiring Permai Turun ke Jalan Gelar Sweeping Tuntut Warem Dibongkar
BENGKULU– Puluhan warga RT 16 RW 04 Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu menggelar aksi protes dan sweeping terhadap keberadaan warung remang-remang di kawasan Jalan By Pass, Kamis (23/7/2026) malam. Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan berakhir secara damai tanpa adanya tindakan anarkis.
Sekitar 30 warga yang didominasi oleh kaum emak-emak yang mengikuti aksi berkumpul di Pos Ronda RT 16 RW 04 sekitar pukul 20.00 WIB sebelum bergerak menuju sejumlah lokasi yang menjadi sasaran. Pengamanan ketat dilakukan personel Polsek Muara Bangkahulu yang dipimpin Kapolsek AKP M. Taslim, SH, bersama personel Sat Intelkam Polresta Bengkulu, Satpol-PP Kota Bengkulu dan pihak pemerintah setempat.
Aksi warga ini dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap keberadaan sejumlah warung remang-remang dan panti pijat yang dinilai kerap menimbulkan keributan serta diduga menjadi pemicu berbagai tindak pidana di lingkungan tersebut.
Bahkan salah seorang emak-emak menyebutkan bahkan keberadaan Warung remang-remang tersebut menjadi penyebab suaminya kerap mian ke warung remang-remang yang menyediakan wanita penghibur dan berbagai jenis minuman keras.
Sekitar pukul 20.30 WIB, massa bergerak menuju warung remang-remang milik Iwan Supohno. Di lokasi, warga bertemu dengan Camat Muara Bangkahulu Bambang Irawan yang didampingi Kapolsek Muara Bangkahulu, Kabid Trantib Satpol PP Kota Bengkulu, Lurah Bentiring Permai, Lurah Pematang, serta tokoh masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan antara pemilik warung dengan pemerintah dan warga. Iwan Supohno menyatakan bersedia membongkar sendiri bangunannya pada Jumat (24/7/2026) dengan didampingi pemerintah setempat dan warga agar proses pembongkaran berjalan aman, tertib, serta tanpa adanya kekerasan maupun perusakan.
Setelah itu, sekitar pukul 21.00 WIB, warga melanjutkan sweeping ke sebuah kafe milik Gundik dan panti pijat milik Hayati alias Neng. Saat dilakukan pengecekan, kedua tempat tersebut dalam keadaan tutup dan tidak ditemukan aktivitas.
Aksi berakhir sekitar pukul 21.45 WIB. Seluruh peserta membubarkan diri dengan tertib, sementara situasi tetap aman dan kondusif berkat pengamanan terbuka maupun tertutup yang dilakukan aparat kepolisian.
Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan monitoring terhadap rencana pembongkaran warung remang-remang tersebut bersama pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat guna memastikan seluruh proses berlangsung sesuai kesepakatan serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan setempat.

