Balap Liar di Kawasan Stadion Semarak Bengkulu Resahkan Warga, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Balap Liar di Kawasan Stadion Semarak Bengkulu Resahkan Warga, Polisi Diminta Bertindak Tegas

BENGKULU,– Aksi balap liar kembali terjadi di kawasan Stadion Semarak, Kota Bengkulu, pada Jumat dini hari (26/06/2026). Puluhan remaja yang masih tergolong anak dibawah umur terlihat memadati ruas jalan di sekitar stadion untuk melakukan balapan menggunakan sepeda motor, meski arus lalu lintas saat itu masih cukup ramai.

Aksi berbahaya tersebut dilakukan tanpa mengindahkan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Para pelaku memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan umum yang masih dilintasi kendaraan lain, sehingga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Selain membahayakan keselamatan, suara bising knalpot dan kerumunan remaja yang memenuhi jalan juga mengganggu waktu istirahat masyarakat.

“Sudah sering terjadi. Suara motor sangat bising dan membuat warga tidak bisa tidur nyenyak. Kami khawatir juga karena banyak pengendara lain yang melintas,” ujar Buyung salah seorang warga sekitar.

Sekelompok remaja di Kota Bengkulu yang melakukan aksi balap liar di kawasan Stadion Semarak Bengkulu Jumat dinihari (26/06/2026).
Sekelompok remaja di Kota Bengkulu yang melakukan aksi balap liar di kawasan Stadion Semarak Bengkulu Jumat dinihari (26/06/2026).

Masyarakat berharap aparat kepolisian dari Polresta Bengkulu dan Polda Bengkulu dapat segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aksi balap liar tersebut. Patroli rutin dan penindakan terhadap pelaku dinilai perlu dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan serta menjaga ketertiban dan kenyamanan warga.

Hingga saat ini, warga masih menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang agar kawasan Stadion Semarak tidak lagi dijadikan lokasi balap liar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu ketenangan lingkungan sekitar.

Untuk diketahui penindakan terhadap para pelaku balap liar ini sendiri sudah sering dilakukan oleh Polresta Bengkulu dan Polda Bengkulu, namun aksi balap inipun terus berulang dengan berpindah-pindah tempat lokasi balap.

Bahkan sanksi tegas berupa penilangan hingga sanksi penahanan kendaraan selama 1 sampai 2 bulan telah dilakukan oleh Polresta Bengkulu dan Polda Bengkulu. Namun hal itu tak membuat jera para pelaku balap liar yang kebanyakan masih dibawa umur tersebut.

Para orang tua pun diminta untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak, terutama saat berada di luar rumah anggar tidak ikut-ikutan aksi balap liar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *