Polisi Amankan Seorang Security Usai Temuan Jenazah Relawan SPPG, Penyebab Kematian Masih Tunggu Hasil Autopsi

Polisi Amankan Seorang Security Usai Temuan Jenazah Relawan SPPG, Penyebab Kematian Masih Tunggu Hasil Autopsi

BENGKULU— Misteri kematian seorang relawan SPPG di Kota Bengkulu mulai menemui titik terang. Polisi mengamankan seorang pria berinisial S-U yang diduga memiliki kaitan dengan kasus ditemukannya jasad korban di dasar Sungai Kampung Bahari, Kota Bengkulu.

Namun hingga kini, S-U belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih mengamankannya untuk menjalani pemeriksaan dan permintaan keterangan guna mendalami sejauh mana keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bengkulu AKP Prengki Sirait membenarkan adanya satu orang pria yang diamankan tak lama setelah jasad korban ditemukan.

Menurutnya, proses pemeriksaan terhadap pria tersebut masih berlangsung. Polisi juga masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab dan mekanisme kematian korban.

“Kami benar telah mengamankan satu orang laki-laki. Saat sekarang ini masih melakukan pemeriksaan atau permintaan keterangan terkait orang yang diamankan tersebut,” ujar AKP Prengki Sirait.

Polisi menegaskan, status hukum S-U akan ditentukan setelah penyidik mendapatkan hasil pemeriksaan secara menyeluruh. Jika ditemukan bukti yang cukup, polisi akan menyampaikan perkembangan status hukumnya secara resmi.

Dari informasi yang dihimpun, pria yang diamankan tersebut diketahui merupakan rekan kerja korban dalam satu kantor. Meski demikian, polisi belum mengungkap secara rinci hubungan maupun dugaan peran S-U dalam peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara itu, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sempat berpamitan untuk berangkat bekerja dari rumah sekitar pukul 02.30 WIB.

Namun hingga sekitar pukul 06.00 WIB, korban tak kunjung tiba di tempat kerjanya. Rekan-rekan korban yang merasa curiga kemudian menghubungi pihak keluarga.

Pencarian pun dilakukan. Hingga akhirnya keluarga menemukan korban berada di dasar sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Temuan jasad tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Penyidik langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian serta orang yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini, hasil autopsi korban belum diterima penyidik. Polisi masih menunggu keterangan medis untuk memastikan penyebab kematian, termasuk apakah korban meninggal sebelum masuk ke sungai atau setelah berada di dalam sungai.

Polisi memastikan perkembangan kasus, termasuk status hukum S-U, akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan penyelidikan memperoleh hasil yang cukup.

Penyidik juga masih mendalami berbagai kemungkinan dalam kasus kematian relawan SPPG tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *