Heboh Benda Diduga Meteor Hingga Rudal Warnai Langit Sumatera, Ini Penjelasan Ahli Astronomi ITERA

Heboh Benda Diduga Meteor Hingga Rudal Warnai Langit Sumatera, Ini Penjelasan Ahli Astronomi ITERA

JAKARTA,- Warga Sumatera Sabtu Malam (4/3/2026), dihebohkan dengan kemunculan benda bercahaya berekor panjang yang terlihat melintas di sepanjang pesisir Sumatera Barat, Bengkulu, Palembang hingga Lampung.

Cahaya berekor panjang yang menghebohkan warga di empat provinsi di pulau sumatera inipun ramai di perbincangkan di sejumlah akun media sosial.

Dari rekaman video yang banyak viral di media sosial, benda bercahaya berekor panjang ini pertama kali terlihat di langit Sumatera Barat dan melaju meleset melewati langit Kabupaten MukoMuko, Provinsi Bengkulu dan sempat terlihat di langit Palembang Sumatera Selatan hingga terakhir terlihat melintas di langit Lampung.

Sejumlah warga yang merekam video benda bercahaya berekor panjang inipun banyak beralibi dan berspekulasi benda tersebut merupakan meteor hingga rudal, Sehingga hal tersebut membuat kepanikan tersendiri bagi beberapa warga di kolom komentar.

Benda bercahaya berekor panjang yang terlihat di langit Kabupaten MukoMuko, Provinsi Bengkulu yang sempat direkam warga.

Sementara itu, Ahli astronomi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyebut benda tersebut bukan meteor.

Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) Dr Annisa Novia Indra Putri mengatakan benda bercahaya yang membuat heboh masyarakat di Pulau Sumatera tersebut adalah sampah satelit.

“Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, bukan dari komet tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari Cina,” katanya.

Menurut Annisa, hasil pengamatan yang dilakukan oleh timnya bahwa benda tersebut tidak seperti gerakan meteor pada umumnya.

“Kami menganalisis itu bukan dari komet, karena dari gerakan ataupun lintasan bahkan dari pecahan yang ada di video tersebut itu bukan ciri-ciri dari komet,” jelasnya.

“Kalau hujan meteor biasanya sudah periodik dan terjadi di rentang waktu tersebut. Kalau komet kemungkinannya sangat kecil sekali bisa pecah seperti itu dan gerakan di video terlihat agak lambat,” di sambung Annisa.

Saat ini pihaknya masih melakukan pengamatan terkait kemungkinan jatuhnya benda tersebut. Ia memastikan benda tersebut tidak akan jatuh di wilayah Provinsi Lampung.

“Kalau untuk jatuhnya masih dianalisis lintasannya. Tapi memang dari jalur lintasan di sekitar jam tersebut melewati daerah Lampung. Fenomena ini juga terlihat di beberapa daerah tetangga Lampung seperti Sumbar, Bengkulu dan Palembang juga melihat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *