Pertalite Menghilang di SPBU Bengkulu! Ojol Menjerit: Keliling SPBU Tak Dapat BBM, Warga Desak Pertamina Dievaluasi

Pertalite Menghilang di SPBU Bengkulu! Ojol Menjerit: Keliling SPBU Tak Dapat BBM, Warga Desak Pertamina Dievaluasi

BENGKULU– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite kembali dikeluhkan masyarakat di Kota Bengkulu. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan mengalami kekosongan stok, bahkan kondisi serupa juga terjadi di Pulau Enggano, salah satu wilayah terluar Indonesia yang berada di Provinsi Bengkulu.

Kelangkaan Pertalite ini membuat sejumlah warga, termasuk para pengemudi ojek online (ojol), harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya demi mendapatkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Salah seorang driver ojol di Kota Bengkulu, Wanda, mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite sejak Senin malam. Hingga Selasa sore, dirinya bahkan telah mendatangi sejumlah SPBU, namun belum juga mendapatkan BBM yang dibutuhkan.

Antrian kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis pertalite di salah satu SPBU yang ada di Kota Bengkulu.
Antrian kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis pertalite di salah satu SPBU yang ada di Kota Bengkulu.

“Sudah keliling ke semua SPBU, amb bang. Mulai dari SPBU Rawa Makmur, Kampung Bali, Tanah Patah, dan SPBU Penurunan, indak jugo dapek minyak,” ujar Wanda dengan logat Minang nya.

Wanda baru mendapatkan informasi pada Selasa malam bahwa pasokan Pertalite telah masuk ke salah satu SPBU. Ia pun langsung mendatangi lokasi dan harus mengantre lebih dari satu jam sebelum akhirnya bisa mengisi BBM.

“Waii, hampir satu jam lebih amb mengantri di SPBU bang. Akibat susah dapat minyak, saya tidak bisa narik orderan bang,” ungkapnya.

Kondisi serupa dialami Rian, driver ojol lainnya. Ia mengaku sempat berkeliling mencari Pertalite ke sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Air Sebakul, Kilometer 6,5, hingga Kilometer 8. Namun, stok Pertalite di sejumlah SPBU tersebut disebut telah habis.

“Berkeliling saya cari minyak kemarin bang. Rata-rata SPBU kehabisan stok dan masih dalam pengiriman,” kata Rian.

Kelangkaan BBM ini tak hanya menyulitkan pengendara untuk mendapatkan bahan bakar, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan para driver ojol.

Rian mengatakan dirinya bahkan harus membatasi penerimaan orderan, terutama untuk perjalanan dengan jarak jauh. Kondisi tersebut dilakukan lantaran khawatir BBM habis di tengah perjalanan.

“Minyak tipis kayak ini kami tidak berani terima orderan penumpang, terutama yang jarak jauh. Takut habis minyak di jalan,” ceritanya.

Bagi para pengemudi ojol, BBM merupakan kebutuhan utama untuk menjalankan aktivitas dan mendapatkan penghasilan. Ketika pasokan Pertalite sulit diperoleh, waktu yang seharusnya digunakan untuk mencari penumpang justru habis di SPBU.

Masyarakat pun berharap pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dapat mengevaluasi persoalan distribusi BBM bersubsidi serta kinerja Pertamina agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Warga menilai Pertamina semestinya dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat dengan memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi BBM, terutama di daerah yang sangat bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

Kelangkaan BBM yang kembali terjadi dinilai tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa BBM bersubsidi tersedia dan dapat diakses secara wajar tanpa harus berkeliling ke sejumlah SPBU ataupun menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean.

Kini, warga Bengkulu menanti langkah konkret pemerintah dan Pertamina untuk mengatasi persoalan tersebut, sekaligus memastikan kelangkaan Pertalite tidak kembali berulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *