Banjir & Longsor di Lebong, Ratusan Rumah Terendam & Satu Jembatan Putus

Banjir & Longsor di Lebong, Ratusan Rumah Terendam & Satu Jembatan Putus

LEBONG,– Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Minggu malam (05/04/2026) menyebabkan sejumlah Kecamatan di Kabupaten Lebong terendam banjir dan tanah longsor.

Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lebong tersebut.

Namun sejumlah warga yang terdampak banjir dan tanah longsor telah berhasil di evakuasi oleh tim gabungan dari Polres Lebong, di bantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong dan TNI.

Anggota polres Lebong Evakuasi warga yang terdampak banjir Minggu malam (05/04/2026)

Dari data sementara diketahui ada dua kecamatan di kabupaten Lebong yang terdapat paling para akibat banjir yakni di beranda di Kecamatan Lebong Tengah dan Lebong Utara.

Di wilayah Lebong Tengah, banjir merendam sebanyak puluhan rumah warga, area pertanian, serta sejumlah fasilitas umum. Bahkan, satu jembatan di Desa Tanjung Bungai II dilaporkan putus akibat derasnya arus air.

Sementara itu untuk wilayah Lebong Utara, sekitar 200 rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 1,5 meter, yang mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat dan akses transportasi.

Kapolres Lebong saat melakukan pengecekan pasca banjir di Lebong.

Dalam penanganannya, Polres Lebong bersinergi bersama BPBD, TNI, dan masyarakat setempat untuk melakukan evakuasi, pendataan warga terdampak, serta membantu pembersihan lingkungan pasca banjir. Kehadiran personel di lapangan juga untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Selain banjir, kejadian tanah longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Pinang Belapis dan Uram Jaya yang sempat menutup badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Polres Lebong bersama instansi terkait dan masyarakat langsung melakukan pembersihan material longsor sehingga akses jalan dapat kembali dilalui.

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa Polres Lebong akan terus hadir dan bersinergi dalam setiap penanganan bencana.

“Kami bersama instansi terkait dan masyarakat terus bekerja sama dalam penanganan bencana ini. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat,” ujar Kapolres.

Hingga saat ini, kondisi banjir di beberapa wilayah mulai berangsur surut, namun personel Polres Lebong bersama tim gabungan masih tetap bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *