Sosok Bebby Hussy, Donatur Tetap Panti Asuhan Hingga Batu Bangun Gedung Rehabilitasi Narkoba
BENGKULU,- Sisi kemanusiaan dari sosok Bebby Hussy terungkap di tengah persidangan dugaan korupsi sektor pertambangan yang melibatkan PT Ratu Samban Mining (RSM) di Bengkulu.
Pengadilan Tipikor pada PN Bengkulu, Rabu (11/3/26), menjadi saksi atas narasi kedermawanan Bebby Hussy dan Saskya Hussy sebagai penyokong hidup bagi mereka yang terpinggirkan.
Terdakwa Bebby Hussy dan Saskya Hussy yang saat ini terjerat perkara dugaan korupsi sektor pertambangan batu bara PT. Ratu Samban Mining (RSM), dikenal sebagai sosok yang dermawan.
Ini terungkap dalam sidang lanjutan yang Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, dengan menghadirkan dua saksi meringankan, Rabu 11 Maret 2026.
Saksi Hetty Hartati mengatakan, Pak Bebby merupakan sosok yang sangat dermawan. Bahkan sejak 20 tahun terakhir sudah membantu anak-anak penyandang disabilitas di panti asuhan yang dikelolanya.
“Bantuan ini mulai dari operasional panti, pendidikan dan juga termasuk kesehatan anak-anak panti,” ungkap Hetty.
Bukan itu saja, lanjut Hetty, kemanapun anak-anak panti ini ingin meneruskan pendidikan, Pak Bebby siap membantu. Makanya ada beberapa anak panti, berkesempatan mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Jadi berkat bantuan Pak Bebby lah, anak-anak panti yang menyandang disabilitas ini sangat terbantu,” ujar Hetty.
Meskipun demikian, sambung Hetty, semenjak Pak Bebby tertimpa persoalan hukum, secara tidak langsung berdampak terhadap operasional panti.
“Kami agak kesulitan sekarang ini, tapi saat ini masih ada keluarga Bapak Bebby yang datang dan masih kerap memberikan bantuan,” sampai Hetty yang merupakan Ketua Yayasan Dharma Bhakti Kesejahteraan Sosial Provinsi Bengkulu ini.

Hal serupa juga disampaikan saksi Suraida yang mengaku, terhadap penyalahgunaan narkotika, Pak Bebby sudah menunjukkan peran yang luar biasa yakni menghibahkan gedung rehabilitasi dua lantai kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu.
“Bantuan itu diberikan, karena Pak Bebby ingin menyelamatkan anak-anak bangsa dari penyalahgunaan obat terlarang,” ujar Suraida yang saat ini sudah pensiun sebagai ASN dengan jabatan terakhir Kabag Umum BNN Provinsi Bengkulu.
