Kota Bengkulu Darurat Kenakalan Remaja, Kapolresta Ajak Semua Pihak Saling Mengawasi & Segera Lapor Ke Call Center 110
KOTA BENGKULU – Aksi perang sarung, tawuran antar kelompok hingga aksi pembakaran kendaraan diduga menggunakan bom molotov terjadi di Kota Bengkulu dua hari belakangan ini. Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah anak remaja yang kebanyakan masih dibawah umur dan masih berstatus pelajar aktif di kota Bengkulu.
Tercatat sejak awal ramadhan atau terhitung sejak Kamis kemarin hingga Jumat malam ini telah ada 3 kali terjadi perang sarung hingga berujung tauran dan pembakaran kendaraan di 3 lokasi berbeda di kota Bengkulu.
Kejadian pertama diketahui terjadi di Kawasan pintu air danau dendam tak sudah di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, pada pukul 22:40 wib Kamis malam kemarin (19/02/2026). Kejadian inipun sempat terekam kamera pengawas Cctv warga setempat.
Dari rekaman cctv di lokasi danau dendam, diketahui dua orang yang sedang duduk dan beberapa pengendara yang sedang melintasi secara tiba-tiba diserang sekelompok remaja menggunakan kayu hingga senjata tajam.
Tak hanya itu, sekelompok remaja ini juga turut merusak kendaraan dan bahkan merampas kendaraan warga yang ditinggal usai kejadian penyerang tersebut terjadi.
Sedangkan kejadian tawuran juga terjadi di malam yang sama dengan tempat kejadian berbeda yakni di Jalan Merapi Raya, Kelurahan Panorama, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu pada Kamis (19/2/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Peristiwa tawuran remaja tersebut sempat direkam warga dan videonya kini telah beredar luas di media sosial hingga memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.
Dari keterangan warga aksi tawuran remaja di Jalan Merapi Raya bermula ketika sekelompok remaja datang dari arah Merapi Ujung dengan mengendarai sepeda motor secara berkelompok. Mereka kemudian melakukan pelemparan batu ke beberapa arah yang memicu reaksi dari pemuda setempat.
“Kejadian itu sekitar pukul 23.00 WIB, ada rombongan remaja datang dari arah Merapi Ujung naik motor. Mereka langsung melempari batu ke beberapa arah, bahkan hampir kena warung saya,” ungkap Nur salah satu warga setempat.
Nur mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti asal-usul kelompok remaja yang datang tersebut. Namun, ia memperkirakan jumlah mereka cukup banyak dan datang menggunakan beberapa sepeda motor.
“Saya tidak tahu mereka dari mana, tapi kira-kira ada sekitar 10 motor yang datang waktu itu. Mereka langsung melempar batu, jadi anak-anak di sekitar sini terpancing dan mengejar,” kata Nur.
Aksi tawuran remaja di Jalan Merapi Raya itu berlangsung dalam waktu singkat, namun cukup membuat warga sekitar panik. Beberapa warga memilih menutup pintu rumah dan warung untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tak selesai disitu, Kejadian serupa juga kembali terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 21:15 wib di kawasan pusat Kota Bengkulu yakni di Jalan Kz. Abidin 2, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.
Kronologis kejadian berawal sekira pukul 21.15 WIB sekelompok remaja yang mengendarai 3 unit sepeda motor berbonceng 3 melaju menuju ke arah eks barata atau kawasan Jalan Kz. Abidin 2.
Setibanya di kawasan eks barata diketahui sudah ada sebanyak puluhan orang remaja yang sudah menunggu dilokasi kejadian. Puluhan remaja inipun langsung terlibat tawuran antara kelompok dan salah satu remaja yang terlibat tawuran tersebut diduga melemparkan bom molotov ke arah remaja lainnya.
Lemparan yang diduga molotov tersebut kemudian mengenai salah satu sepeda motor dari kelompok remaja yang terlibat tawuran. Api dari bom molotov yang mengenai sepeda motor merek Yamaha Mio langsung membesar dan membakar habis sepeda motor milik salah satu kelompok remaja.
Melihat api yang membakar habis milik salah satu kelompok yang terlibat tawuran memilihan untuk meninggalkan lokasi kejadian. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian melaporakan kejadian tersebut ke Polresta Bengkulu dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat Melalui Kasi Humas Polresta Bengkulu, Iptu Endang Sudrajad saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan peristiwa tawuran sekelompok remaja yang berakhir dengan terbakarnya satu unit sepeda motor di kawasan Kz. Abidin 2.
Menurut Iptu Endang Sudrajad, dalam peristiwa tawuran yang berujung terbakarnya satu unit sepeda motor tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Sedangkan untuk pemilik kendaraan sendiri belum diketahui dan kendaraan yang terbakar sudah diaman di unit Laka Satlantas Polresta Bengkulu.
“Benar sekitar pukul 21:15 wib tadi telah terjadi aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja yang terjadi dikawasan eks barata. Untuk untuk kerugian materil dan sepeda motor yang terbakar sudah kami amankan ke Mapolresta Bengkulu,” terang Iptu Endang.
Untuk mengantisipasi kembali terjadinya aksi tawuran yang dilakukan sejumlah remaja di Kota Bengkulu, Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat telah memerintahkan seluruh jajaran Kapolsek dan Bhabinkatibmas agar aktifkan kembali pendekatan ke Masyarakat melalui ketua RT agar dapat menjaga dan mengawasi setiap warganya dan memberikan himbauan agar tidak ikut kegiatan yang dapat merugikan banyak orang seperti perang sarung dan geng motor.
Namun Jika menemukan adanya kelompok geng motor yang sedang berkumpul di sekitar lingkungan tempat tinggal, Kapolresta Bengkulu meminta warga agar segera dibubarkan atau dapat menghubungi Polsek terdekat atau melaporkan ke layanan call center 110.
